The Most Unforgettable Moment in This Week

Third week of March. well, I began this week, this Sunday morning with a very funny yet embarrassing and painful tragedy.


Tak ada firasat apapun. Rutinitasku, sebagai seorang siswi sekolah berasrama, pada Minggu pagi adalah "mbabu". Bersih-bersih kamar, nyuci nyeterika baju, de es be. Bisa dianggap sebagai sebuah latihan rutin untuk menjadi ibu rumah tangga yang baik sih J

Awal pagi yang biasa saja. Sebelum istigotsah, memang seharusnya aku mencuci baju dulu. Selagi masih pagi dan mesin cuci blok masih kosong, aku pun bergegas mengemasi cucianku dan pergi ke lokasi mencuci. Masih tak ada firasat apa pun. Entah ada angin atau kekuatan dahsyat apa yang mendorongku dari segala arah hingga ku kehilangan keseimbangan, dan BRAK! Jatuh di depan kamar mandi dengan posisi duduk. Tak ada satu orang pun yang bisa kurasakan kehadirannya kecuali Firdha. Ya, Firdha di ujung koridor blok. “Fir, tolong aku!” kalimat itu memenuhi kepala, tapi tak ada sepotong huruf pun yang keluar dari mulutku. Ya Allah, aku jatuh duduk. Ini bahaya. Bisa menyebabkan kelumpuhan. Semua pikiran negatif pun tak mampu kubendung, mereka menghantuiku.

te ka pe


Hampir semua penghuni blok A2 mendatangi TKP dan menawarkan bantuan. Tapi aku hanya diam. Menikmati rasa sakit yang menghuni tiap ruas tulang belakangku. Aku tak kuasa berdiri. Sungguh.

Perlahan, aku memaksa tubuhku untuk bangkit dan menuju kamar. Kasur tepatnya. The pain still stays.

Seiring merambatnya gelombang suara, berita tragedi yang menimpaku pun terdengar oleh telinga sahabat dan keluargaku di kamar lain. Ya Allah, mereka peduli. Mereka telah banyak menolongku. Entah apa yang bisa membalas pertolongan kalian. Yang pasti, aku ucapkan TERIMA KASIH BANYAK J how glad I am to have you all.


Comments